TEGAR TAK BERNYAWA
TERANGI HARI GELAP melangkah meski hati tak ingin beranjak berlari meski raga telah letih memeliki meski tak berhak melewati meski tak terarah melihat meski tak menatap memeluk meski tak mendekap berdiri meski tak tegap sempurna meski tak lengkap detik terus bergerak menjadi menit tak ada pernah henti mengalir seperti papan pembaringan yang berdenyit seawaktu-waktu akan segera hancur